Wednesday, January 29, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]
Salah satu program yang terbaru dari pemerintah adalah program Kartu Identitas Anak atau KIA atau disebut juga dengan KTP anak. Program ini terus dilakukan oleh pemerintah pusat dan telah digagas sejak tahun 2016 silam. Rencananya program dari pembuatan KTP anak ini akan mulai berlaku secara nasional pada tahun 2019. Lalu bagaimana cara membuat KTP anak ini?
Ilustrasi kartu identitas anak (KIA)

Untuk mendukung proses berjalannya program ini, sebaiknya para orang tua juga turut ikut serta dalam proses pembuatan KTP anak ini. Mengapa demikian? Karena seorang anak pastinya selalu mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tuanya. Jika dahulu orang tua harus mengurus akta kelahiran anaknya ketika baru lahir, kini para orang tua harus mengurus KIA. Setelah KIA selesai dibuat, maka otomatis anak tersebut telah resmi legal menjadi seorang warga negara Indonesia.

Menurut pemerintah, pemberlakuan dari KTP anak ini akan mulai berlaku pada tahun 2019 atas pertimbangan dari anggaran yang ada. Format berlakunya KTP anak ini akan dilakukan secara bertahap dimana setiap daerah akan menyusul pembuatan dari KTP anak ini. Hal ini sebagaimana telah diatur dalam peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) nomor 2 tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak.

Manfaat Pembuatan KIA

Banyak sekali manfaat yang didapatkan jika seorang anak memiliki KIA. Diantaranya adalah, untuk memenuhi hak dari sang anak, sebagai persyaratan untuk mendaftar sekolah, sebagai bukti dari identitas sang anak ketika hendak membuka tabungan di bank, dan juga berlaku untuk proses pembuatan BPJS dan lainnya.

Terdapat dua jenis KIA yaitu diberlakukan untuk anak berusia 0 sampai dengan 5 tahun dan juga untuk anak berusia 5 hingga 17 tahun. Fungsinya juga sama. Hanya ada beberapa perbedaan dalam isinya. Beberapa informasi yang tertera dalam KIA ini adalah nomor induk kependudukan, nama dari orang tua, dan juga alamat serta foto dari sang anak.

Perbedaan dari KTP dewasa adalah dalam KTP anak ini tidak menyertakan chip elektronik pada kartunya. Perbedaan lainnya adalah untuk KIA usia 0-5 tahun ini tanpa penggunaan foto, sedangkan KIA untuk anak usia 5-17 tahun kurang satu hari telah menggunakan foto. Untuk bentuk awal, bentuknya menyerupai KTP pada umumnya, dan belum KTP elektronik, Baru nanti jika usia sang anak telah mencapai 18 tahun barulah wajib menggunakan KTPO elektronik yang berlaku sekarang ini.

Syarat dan Proses Pembuatan KIA

Persyaratan yang harus dilengkapi ketika hendak membuat KIA adalah anak anda harus memiliki akta kelahiran, menyerahkan KTP dari orang tua, menyerahkan kartu keluarga, dan juga melampirkan pas foto berukuran 2x3.

Proses pembuatan KIA tersebut berlangsung secara 2 tahap yaitu, bagi anak yang berusia nol hingga lima tahun tidak perlu disertai foto. Jika anak anda berusia 5-17 tahun kurang satu hari, akan diberikan KIA yang telah terlampir foto sang pemilik kartu. Setelah anak berusia 17 tahun keatas, anak wajib membuat KTP elektronik.

Cara Membuat KTP Anak

Orang tua dari sang anak harus menyerahkan persyaratan pembuatan KIA dengan menyerahkan persyaratan tersebut ke Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil. Selanjutnya kepala dinas akan menandatangani dan juga menerbitkan KIA tersebut.

Setelah itu, KIA akan diberikan langsung kepada pemohon atau melalui kantor kecamatan atau desa dan juga kelurahan. Dinas dapat menerbitkan KIA dalam pelayanan keliling ketika di sekolah, rumah sakit, taman bacaan, ataupun taman bermain anak agar cakupan dari KIA dapat maksimal.

Next article Next Post
Previous article Previous Post