Wednesday, April 15, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]
Kemenristek memiliki portal yang sangat menarik bagi para dosen maupun peneliti. Portal tersebut bernama SINTA. Namanya yang seperti tokoh pewayangan ini menampilkan logo portal sosok wayang. Meski demikian, SINTA ini sangat jauh dari kesan tradisional dan dongeng. Semua yang dipaparkan di dalamnya bersifat ilmiah dan berupa fakta.

Apa Itu SINTA Ristek Dikti?

Bagi Anda yang belum familiar dengan SINTA Ristek Dikti, Anda perlu lebih memahami portal ini agar dapat memeroleh manfaatnya. SINTA adalah singkatan dari Science and Technology Index. Dari namanya, dapat diketahui bahwa portal tersebut merupakan portal pengindeks jurnal, karya ilmiah, dan buku ilmiah.
header sinta ristek dikti di masa pandemi

Platform ini sudah berskala internasional meskipun dibuat oleh kementerian Indonesia. Ia bahkan memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap daripada portal serupa, misalnya Google Scholar dan Indonesian Publication Index. Ada beberapa perbedaan yang membuatnya lebih lengkap dari yang lain. Berikut ini beberapa di antaranya.

Citation

Pengguna SINTA dapat mengetahui h-index selama satu tahun pada portal Scopus dan Google Scholar dengan fitur ini. Dengan demikian, peneliti maupun dosen dapat mengetahui berapa kali karya tulisnya  dikutip.

Score

Fitur tersebut memungkinkan peneliti serta dosen untuk mengetahui nilai atau score dari tulisan-tulisan mereka. Penilaian ini dilakukan oleh tim khusus SINTA. Selain itu, portal ini juga menampilkan score dari portal lain.

Research Output

Orang yang mengakses portal tersebut dapat mengetahui berapa banyak karya yang telah dipublikasikan dari seorang peneliti atau dosen melalui fitur ini. Penulis yang memiliki ranking lebih tinggi, biasanya memiliki banyak research output.

Networking 

Pada fitur ini, penulis dapat menggambarkan hubungan seorang peneliti dengan peneliti-peneliti lain. Peneliti atau dosen yang melakukan banyak kerja sama pada penelitiannya, akan menunjukkan networking yang bagus.

Mengapa Kemenristek Menciptakan SINTA?

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai Kemenristek ketika menciptakan SINTA pada tahun 2018 yang lalu. Berikut ini beberapa tujuan pembuatannya.
  1. Untuk mengukur kinerja peneliti, dosen, maupun lembaga IPTEK;
  2. Sebagai alat pengindeks buku, jurnal, dan artikel ilmiah berskala internasional;
  3. Sebagai wadah bagi para peneliti dan dosen untuk mempublikasikan hasil penelitian mereka.

Bagaimana cara Mendaftar SINTA Ristek Dikti?

Jika belum memiliki akun di portal SINTA ini, Anda sebaiknya segera membuatnya. Sehingga, Anda dapat menunjukkan kemampuan menulis dan kualitas tulisan Anda. Untuk membuat akun tersebut, yang diperlukan hanyalah mengikuti proses registrasi dan melampirkan jurnal, buku, atau artikel anda yang telah dipublikasikan.

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan.
  1. Buka website sinta.ristekbrin.go.id;
  2. Klik tombol register;
  3. Isi formulir tentang data mendasar milik Anda. Beberapa contoh form yang perlu diisi adalah nama, status pekerjaan, Nomor Induk Dosen Nasional, nomor KTP, universitas tempat bekerja, Google Scholar URL, dan Email;
  4. Email yang dicantumkan sebaiknya adalah Email resmi Anda yang terdaftar pada universitas atau instansi tempat Anda bekerja;
  5. Google Scholar URL yang dicantumkan harus URL dari karya-karya yang telah Anda publikasikan;
  6. Cantumkan link Scopus dari karya yang telah Anda upload di dalam portal tersebut;
  7. Klik tombol register;
  8. Setelah itu, Anda akan memeroleh Email dari SINTA;
  9. Melalui Email tersebut, Anda dapat melakukan aktivasi akun dengan cara mengeklik tautan URL yang ada di dalamnya.

Setelah melakukan pendaftaran tersebut, Anda harus menunggu beberapa waktu untuk memeroleh hasil penilaian artikel serta buku Anda. Perlu diketahui bahwa pengumpulan karya hanya dapat dilakukan pada periode tertentu, biasanya dua kali dalam satu tahun. Apabila Anda sampai terlambat, maka Anda perlu menunggu penilaian karya Anda di periode berikutnya.

Next article Next Post
Previous article Previous Post