Sunday, May 31, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]
Pada zaman dahulu, balon udara dijadikan sebagai alat transportasi via udara, sebelum akhirnya ditemukan helikopter dan pesawat. Sekarang, setelah zaman semakin maju akan teknologi, balon udara tidak lagi dipergunakan sebagai alat transportasi. Perlahan keberadaan balon udara menjadi semakin sulit ditemui.
Peraturan Balon Udara di Indonesia
Peraturan Balon Udara di Indonesia

Balon udara pada zaman sekarang menjelma sebagai suatu pertunjukkan, atau kegiatan budaya yang sesekali digelar dengan cara menerbangkannya ke alam bebas. Di Indonesia, pun ada daerah yang masih dijumpai melestarikan budaya penerbangan udara, yaitu beberapa daerah tertentu di Provinsi Jawa Timur dan juga Provinsi Jawa Tengah. Tradisi ini dilakukan pada setiap bulan Syawal tiba.

Regulasi Tertulis Terkait Penerbangan Balon Udara

Pemerintah tentu mengatur segala hal di dalam negara, agar tetap berjalan kondusif dan tidak menimbulkan perpecahan maupun kerusuhan. Termasuk pula kegiatan budaya atau tradisi masing-masing daerah, yang tentu berbeda-beda. Dengan kondisi budaya yang berbeda-beda tersebut, pemerintah semaksimal mungkin merumuskan peraturan yang baik untuk kepentingan bersama.

Di dalam Peraturan Menteri Perhubungan yang ditandai di dalam No.40/Tahun 2018. Di dalamnya menyebutkan bahwa definisi dari balon udara di sini adalah sebuah benda dengan ukuran berat, namun lebih ringan dibandingkan dengan pesawat udara yang berkonsep non mesin, atau tidak dioperasikan dengan mesin, dan adapun balon udara dapat terbang sebab diisi menggunakan gas.

Gas tersebut dapat mengapung atau disebut pula dengan gas buoyancy. Gas ini juga kerap pula dikenal dengan sistem airborne heater, atau sistem yang melalui pemanasan udara. Menurut peraturan pemerintah, demikianlah definisi balon udara yang diperkenankan terbang di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lihat juga: https://en.wikipedia.org/wiki/Lifting_gas

Panduan Lengkap Regulasi Balon Udara

Masih membahas Peraturan Menteri Perhubungan yang ditandai di dalam No.40/Tahun 2018 yang sama. Di dalamnya terdapat beberapa pasal yang masing-masingnya harus diketahui dan dipahami benar-benar oleh masyarakat yang akan menggunakan balon udara, untuk keperluan kegiatan atau aktivitas budaya.

Peletakan Balon Udara

Diatur di dalam Peraturan Menteri Perhubungan, yang ditandai di dalam No.40/Tahun 2018, khususnya di dalam pasal 3 dan ayat (1), bahwa ketika balon udara belum diterbangkan atau sedang dalam proses persiapan acara, masyarakat diwajibkan untuk menjamin keamanan balon udara, dengan cara menambatkan dengan tali tambang atau material lain yang kuat.

Ukuran Maksimal Balon Udara

Mengacu pada regulasi yang diatur oleh Peraturan Menteri Perhubungan, yang ditandai di dalam No.40/Tahun 2018, khususnya pasal 5 pada ayat 1 dan juga 2, balon udara diwajibkan mengikuti ukuran maksimal yang diatur. Yaitu ukuran diameter ketika balon terisi penuh dengan udara atau kondisi inflated adalah maksimal sepanjang 4 meter dan tinggi balon inflated maksimal 7 meter.

Bentuk Balon Udara

Selain pasal 5 ayat 1 dan juga 2 yang mengatur terkait ukuran maksimal balon udara, Permenhub No.40/2018, khususnya pada pasal 5 ayat 3 juga mengatur ukuran untuk bentuk balon udara yang tidak bulat. Tak hanya ukuran balon yang berbentuk bulat saja yang diatur, namun juga untuk balon udara yang dalam kondisi inflated, memiliki bentuk yang tidak membulat secara sempurna.
Warna dan Ukuran Balon Udara yang Diperbolehkan
Warna dan Ukuran Balon Udara yang Diperbolehkan (Indonesiabaik.id)

Untuk bentuk balon dengan bentukoval atau cenderung lonjong, ukuran dimensi maksimalnya adalah yang setara dengan 4 x 4 x 7 meter. Sedangkan, untuk ukuran balon udara inflated yang ternyata lebih kecil dari ukuran standar maksimum, dengan satu kotaknya terdiri atas lebih dari 1 buah balon,  maka diwajibkan untuk dilakukan penyatuan balon.

Setelah dilakukan penyatuan lebih dari 1 balon yang berukuran lebih kecil, kemudian dilakukan penyesuaian ukurannya, sehingga dapat setara dengan aturan maksimum 4 meter x 4 meter x 7 meter. Ukuran tinggi dan diameter balon dalam kondisi inflated ini hendaknya disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga kegiatan budaya penerbangan balon dapat sesuai aturan.

Warna Balon Udara

Lantaran pengoperasian balon udara dilakukan secara bebas, ke ketinggian yang cenderung tidak dapat ditebak, dan dalam kondisi alam yang juga rentan berubah-ubah, maka perlu untuk melakukan persiapan darurat. Yaitu dengan cara memilih warna balon udara yang se-kontras mungkin.
warna balon udara harus mencolok

Pilihlah warna balon udara yang berbeda dengan warna langit, warna pohon, dan warna lautan. Pilihlah warna yang mencolok seperti oranye, pink tua, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga dan memudahkan proses pencarian maupun evakuasi, apabila terjadi kecelakaan dan balon udara harus mendarat di tempat yang tidak diinginkan.

Dengan berbagai regulasi yang telah dijelaskan oleh pemerintah, melalui Peraturan Menteri Perhubungan No.40/Tahun 2018, diharapkan masyarakat bisa menaati hal-hal tersebut, demi kepentingan bersama. Perlu pula perangkat daerah untuk melakukan sosialisasi setiap menjelang diselenggarakannya kegiatan budaya penerbangan balon udara.

Dengan mengikuti regulasi dan juga berhati-hati. Risiko terburuk berupa balon udara yang jatuh, tersangkut pada tiang listrik, tersangkut di pepohonan, terjatuh di perairan atau lautan, hingga terjatuh menimpa rumah warga, atau risiko-risiko lain yang membahayakan, diharapkan dapat diminimalisiasi, bahkan dicegah supaya tidak terjadi.

Next article Next Post
Previous article Previous Post