Tuesday, July 14, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]
Bagi Anda yang sering berkendara dengan mobil, keberadaan lampu hazard tentunya memiliki manfaat tersendiri. Namun, ternyata beberapa pengendara kerap kali menyalahgunakannya. Misalnya menyalakannya ketika kondisi jalan yang gelap dan hujan deras. 

Penggunaan lampu hazard dalam keadaan demikian justru tidak tepat. Lalu kapan dan dalam situasi apa lampu ini sebaiknya dinyalakan? Berikut ulasannya.

Apa Itu Lampu Hazard?

Lampu sein hazard mobil alphard
Lampu sein hazard mobil alphard

Sesuai dengan namanya, “hazard” yang berarti berbahaya. Artinya, lampu ini dinyalakan ketika situasi dalam bahaya atau darurat saja. Lampu hazard adalah saat ketika lampu sein menyala dan berkedip bersamaan, baik bagian kanan maupun kiri. Namun, kondisi hujan tidak termasuk berbahaya yang mengharuskan Anda menyalakan lampu ini.

Kebiasaan Menyalahgunakan Lampu Hazard

Kenyataannya, masih ada saja pengendara yang menyalakan lampu hazard di saat yang tidak tepat. Hal ini bisa merugikan dirinya sendiri dan pengendara lain. Selain itu, situasi berkendara di lalu lintas pun jadi tidak teratur. Berikut beberapa bentuk penyalahgunaan lampu hazard yang dilakukan pengendara saat melaju di jalanan.

Menggunakannya Saat Hujan

Sebagian pengendara mobil seringkali menggunakan lampu hazard saat kondisi jalanan terkena hujan. Mungkin hal tersebut dilakukan guna memperingati pengendara lain untuk berhati-hati. Namun, penggunaan lampu tersebut dalam kondisi hujan seringkali membuat pengendara lain bingung.

Lihat juga: Arti Lampu Indikator Mobil Calya

Hal ini karena fungsi lampu sein sebagai penanda berbelok pun menjadi hilang. Ketika Anda hendak berpindah haluan jalan kanan atau kiri, pengendara lain jadi tidak bisa mendeteksinya. Tak jarak kesulitan ini malah menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, sosialisasi dan pengenalan fungsi dari lampu hazard penting dilakukan

Saat Memberi Tanda Lurus di Persimpangan Jalan

Anda tidak perlu menyalakan lampu hazard ketika melaju lurus di persimpangan. Penanda mobil akan bergerak lurus kedepan ialah tidak perlu menyalakan lampu sein, apalagi lampu hazard. Mungkin maksud pengendara ini ingin memberi peringatan bahwa ia tidak akan belok ke kanan maupun kiri (hendak berjalan lurus).

Namun, menandakannya dengan menyalakan lampu bahaya tentu bukanlah hal yang tepat. Jika tidak ingin berbelok maka tidak perlu menyalakan lampu apa-apa. Dengan demikian, pengendara lain pun tidak akan merasa kebingungan saat melaju di jalanan.

Menyalakannya Saat Cuaca Berkabut

Seringkali pengendara mobil menyalakan lampu hazard ketika cuaca sedang berkabut. Udara yang berkabut memang cukup mengganggu pemandangan, Anda harus mengatasinya dengan cara yang tepat. Lampu hazard seringkali dinyalakan ketika udara penuh dengan kabut.

Lihat pula: Cara Menyalakan Mobil dengan Start Engine 

Padahal, kondisi cuaca demikian cukup diatasi dengan menyalakan fog lamp. Lampu kabut tersebut berwarna kuning. Selain itu, Anda juga bisa memilih lampu utama. Dengan demikian, tidak perlu menyalakan lampu hazard yang diperuntukkan situasi berbahaya.

Digunakan di Tempat Lorong Gelap

Menggunakan lampu hazard di lorong gelap justru akan membingungkan kendaraan lain di belakang Anda. Solusi yang tepat saat Anda harus melintasi kondisi tempat dengan cahaya minim adalah nyalakan saja lampu utama atau lampu senja. Hal ini dilakukan karena lampu merah di belakang mobil sudah menyala, pengendara di belakang pun sudah tahu ada kendaraan di depannya.

Fungsi Lampu Hazard yang Tepat

Penggunaan lampu hazard benar-benar harus dipahami oleh setiap pengendara. Hal ini dilakukan agar penyalahgunaan lampu tersebut berkurang. Tentunya, semakin banyak pengendara yang paham, kekacauan di jalan raya pun bisa semakin diminimalisir. Anda tentunya ingin berkendara dalam perasaan aman dan nyaman bukan?

Peraturan tentang lampu hazard atau lampu penanda bahaya ini bahkan sudah tertera dalam peraturan pemerintah. Yaitu diulas pada UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, khususnya pasal 121 ayat 1.
"Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang lampu isyarat peringatan bahaya, segitiga pengaman, atau isyarat lain saat hendak parkir atau berhenti dalam keadaan darurat di jalan."
Keselamatan dalam berkendara merupakan hal yang paling utama. Tentunya, hal ini perlu dimulai dari diri sendiri. Menyalakan penanda yang tepat saat melaju di jalanan perlu dilakukan setiap pengendara. Penyalahgunaan lampu hazard saat ini masih marak terjadi. Masyarakat perlu mengenal fungsi lampu hazard dengan baik agar tidak terjadi kekacauan lalu lintas.

Next article Next Post
Previous article Previous Post