Friday, August 28, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]
Kemiskinan di Indonesia masih perlu mendapatkan perhatian khusus. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah kemiskinan. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan membuat suatu program bantuan sosial yang diberi nama Program Keluarga Harapan (PKH).
Logo Program PKH dari Kemensos

Program PKH ini telah dilaksanakan Pemerintah Indonesia sejak tahun 2007. Program seperti itu juga sudah dikenal secara luas di dunia dengan nama Conditional Cash Transfers. Program-program tersebut bisa dikatakan cukup berhasil dalam mengatasi masalah kemiskinan yang biasanya dialami oleh banyak negara, terutama masalah kemiskinan yang parah.

Tujuan Program Keluarga Harapan

Program Keluarga Harapan atau PKH merupakan sebuah program dari Kementerian Sosial berupa perlindungan sosial dengan cara pemberian uang nontunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin yang disingkat menjadi RTSM.

Program Keluarga Harapan adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat agar bisa hidup mandiri.

Dalam jangka pendek, PKH memiliki tujuan untuk mengurangi beban dari Keluarga Penerima Manfaat. Pembuatan PKH ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan untuk bisa hidup memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Beberapa tujuan dari Program Keluarga Harapan, yaitu:

  • Meningkatkan pendapatan bagi keluarga miskin dan rentan.
  • Mengurangi beban pengeluaran.
  • Meningkatkan taraf hidup Keluarga Penerima Manfaat dengan cara akses kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan sosial.
  • Mengurangi kesenjangan dan kemiskinan.
  • Menciptakan perubahan perilaku Keluarga Penerima Manfaat serta menciptakan kemandirian. Sehingga, anggota keluarga dapat mengakses layanan pendidikan, kesehatan, atau kesejahteraan sosial.
  • Mengenalkan manfaat jasa keuangan dan produk yang ada di lembaga keuangan.

Sasaran Program Keluarga Harapan

Melalui PKH, keluarga miskin didorong untuk memiliki dan bisa memanfaatkan pelayanan dasar kesehatan, pangan dan gizi, serta pendidikan. Akses juga termasuk program perlindungan sosial yang termasuk kedalam program pelengkap. Program ini diarahkan menjadi pusat untuk bisa menanggulangi kemiskinan dengan cara melakukan sinergi program perlindungan serta pemberdayaan sosial.
Penguatan ekonomi keluarga lewat Program Keluarga Harapan
Penguatan ekonomi keluarga lewat Program Keluarga Harapan

Sasaran dari Program Keluarga Harapan ialah keluarga miskin yang telah terdaftar. Keluarga miskin juga harus termasuk ke dalam komponen yang terdapat dalam PKH, yaitu kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan sosial.

Kriteria komponen Program Keluarga Harapan, yaitu:

  • Kriteria komponen kesehatan
  •  Ibu hamil atau sedang menyusui
  • Anak berusia nol sampai dengan enam tahun.
  • Kriteria komponen pendidikan
  • Anak SD/MI atau pendidikan sederajat
  • Anak SMP/MTs atau pendidikan sederajat
  • Anak SMA/MA atau pendidikan sederajat
  • Anak berusia 6 sampai 21 tahun yang belum menyelesaikan wajib belajar hingga SMA atau sederajat.
  • Kriteria komponen kesejahteraan sosial
  • Lanjut usia mulai dari 60 tahun
  • Penyandang disabilitas berat

Besaran bantuan Program Keluarga Harapan

Bantuan sosial Program Keluarga Harapan dibagi menjadi dua bantuan, yaitu bantuan tetap dan bantuan komponen. Bantuan tetap yang diberikan kepada keluarga reguler yaitu sebesar Rp 550.000 per keluarga per tahun. Sementara itu, untuk keluarga yang termasuk PKH Akses akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 1.000.000 per keluarga per tahun.

Besar bantuan sesuai dengan komponen untuk setiap orang yang terdapat dalam keluarga PKH, yaitu:

  • Ibu hamil: Rp 2.400.000,-
  • Anak usia dini: Rp 2.400.000,-
  • Anak SD: Rp 900.000,-
  • Anak SMP: Rp 1.500.000,-
  • Anak SMA: Rp 2.000.000,-
  • Lanjut usia: Rp 2.400.000,-
  • Disabilitas berat: Rp. 2.400.000,-

Bantuan komponen diberikan kepada  maksimal 4 orang dalam satu keluarga Program Keluarga Harapan. Bantuan program keluarga harapan didistribusikan dengan dua bentuk, yaitu distribusi tunai dan nontunai.

  • Distribusi tunai
Pemerintah menunjuk PT. Pos Indonesia untuk menyalurkan distribusi bantuan program keluarga harapan.

  • Distribusi nontunai
Distribusi secara nontunai disalurkan oleh himpunan bank milik negara atau HIMBARA, yaitu BTN, BRI, BNI, serta Mandiri.

Kewajiban Program Keluarga Harapan

Setiap peserta PKH harus melakukan kewajiban sebagai peserta program. Kewajiban dari peserta PKH, yaitu:

  • Bagi ibu hamil atau menyusui dan anak usia dini harus melakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan yang sesuai dengan protokol.
  • Bagi anak usia wajib belajar selama 12 tahun perlu mengikuti kegiatan belajar dengan tingkat kehadiran minimal 85% dari hari belajar efektif.
  • Bagi usia lanjut dan penyandang usia lanjut harus mengikuti kegiatan di bidang kesejahteraan.
  • Setiap KPM hadir di Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga setiap bulan.

Seluruh anggota keluarga yang menerima manfaat dari Program Keluarga Harapan harus memenuhi setiap kewajiban kepesertaan. Pemenuhan kewajiban tersebut akan memiliki dampak pada bantuan sosial dan hak lainnya. Keluarga Penerima Manfaat yang memenuhi kewajiban akan memperoleh hak sesuai dengan yang telah ditentukan oleh program.
Skema bantuan langsung tunai (BLT) di era SBY
Skema bantuan langsung tunai (BLT) di era SBY

Namun, bagi Keluarga Penerima Manfaat yang tidak memenuhi kewajiban akan diberlakukan penangguhan bahkan penghentian bantuan.

Program Keluarga Harapan ini diharapkan dapat membantu menanggulangi permasalahan kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, keluarga yang termasuk ke dalam PKH harus bisa memenuhi setiap kewajiban agar kepesertaannya tidak terjadi masalah. Program bantuan dari pemerintah ini tidak bisa didapatkan oleh semua orang, hanya orang yang berhak menerimanya saja.

Next article Next Post
Previous article Previous Post