Friday, September 18, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]

Perangkat elektronik sangat membantu manusia dalam menyelesaikan setiap urusannya. Seperti namanya, perangkat jenis ini membutuhkan energi berupa listrik untuk dapat bekerja. Sirkuit perangkat elektronik memang sedikit lebih rumit dibandingkan perangkat lainnya.


Tidak banyak orang yang memahami sirkuit tersebut dengan baik, bahkan untuk sekedar teori dasarnya saja. Hal tersebut juga berlaku untuk bagian thyristor. Thyristor memiliki fungsi yang penting dalam elektronika serta memiliki berbagai jenis pula.

Pengertian dan Cara Kerja Thyristor

Thyristor berasal dari bahasa Yunani yang berarti pintu. Nama tersebut sangat relevan dengan cara kerja komponen ini yang secara sederhana memang seperti pintu. Pintu tersebut dapat terbuka dan tertutup untuk menahan dan membiarkan perpindahan elektron, khususnya pada arus listrik AC (Alternating Current) atau arus bolak-balik.


Komponen thyristor tersusun dari dua buah transistor. Komponen ini akan bekerja selayaknya sebuah saklar, yang mana saat saklar tersebut dibuka maka arus listrik bisa mengalir dari anoda ke katoda. Akan tetapi, jika gate ini ditutup, maka arus tersebut otomatis akan berhenti pula.

Thyristor
Ilustrasi rangkaian listrik Thyristor 

Anda sendiri dapat menemukan komponen ini pada perangkat elektronik yang menggunakan arus kecil maupun arus besar.

Jenis-Jenis Thyristor

Sebagai bagian dari komponen elektronika, cara kerja thyristor secara mendetail lumayan sulit dipahami oleh masyarakat awam. Apalagi, ada banyak sekali jenis komponen ini dalam mekanisme kerja yang sangat berbeda antara satu dengan lainnya.

ilustrasi diagram thyristor pnp sederhana
ilustrasi diagram thyristor pnp sederhana

Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai jenis-jenis thyristor agar Anda bisa memahami komponen ini secara lebih ringkas:

1. Silicon Controlled Rectifier (SCR)

SCR atau Silicon Controlled Rectifier merupakan dioda yang berfungsi sebagai pengendali. SCR sendiri terbuat dari bahan semi konduktor dengan karakteristik yang mirip dengan tabung thiratron. Bagian pengendali pada SCR disebut sebagai gate, bagian ini terbuat dari bahan dengan kutub P dan N yang tersusun menjadi PNPM (Positif Negatif Positif Negatif).


SCR sendiri berfungsi sebagai saklar dan pengendali. Jika bagian gate terpasang dengan tepat (bagian positif dengan negatif), maka elektron akan mampu merambat dari katode ke anode. Mekanisme inilah yang menjadi cikal bakal untuk mewujudkan fungsi dari SCR.

2. Gate Turn Off Thyristors (GTO)

Gate Turn Off Thyristor atau GTO merupakan salah satu jenis khusus dari komponen thyristor. Komponen ini terbuat dari bahan semikonduktor berdaya tinggi. Keunggulan GTO dibandingkan dengan jenis normal adalah saklar yang dapat dikendalikan sepenuhnya menggunakan gate lead.


Apabila Anda menerapkan impuls positif antara katoda dan gate lead, maka arus listrik bisa melewati saklar ini. Sebaliknya, jika Anda menerapkan impuls negatif antara katoda dan gate lead, maka arus listrik akan terhalang.

3. Emitter Turn Off Thyristors (ETO)

ETO atau Emitter Turn Off Thyristors dikembangkan oleh center for power electronics, Virginia Tech pada tahun 1999. ETO sendiri merupakan thyristor yang menggunakan MOSFET untuk menghubungkan dan memutus arus listrik.


Apabila Anda ingin menyalakan ETO, maka tinggal menerapkan tegangan positif ke gate 1 dan gate 2. Kemudian, MOSFET yang dihubungkan dengan terminal katoda dari struktur thyristor PNPN akan menyala. Tegangan positif yang masuk pada gate 1 akan MOSFET yang terhubung dengan bagian gate of thyristor.

4. Reverse Conducting Thyristors (RCT)

Reverse Conducting Thyristors atau RCT cukup berbeda dengan thyristor normal berdaya tinggi. Komponen ini memiliki reverse diode terintegrasi, sehingga tidak dapat memblokir arus listrik secara terbalik.


Komponen jenis ini sangat menguntungkan yang mana harus menggunakan freewheel diode. Karena diode dan SCR (Silicon Controlled Rectifier) tidak dapat digunakan bersamaan, keduanya tidak akan menghasilkan panas dalam waktu yang sama, sehingga lebih mudah diintegrasikan maupun didinginkan.


Reverse Conducting Thyristors juga sering digunakan untuk mengendalikan frekuensi maupun inverter.

5. Bidirectional Triode Thyristors (TRIAC)

TRIAC atau Bidirectional Triode Thyristors merupakan perangkat yang digunakan untuk mengendalikan arus listrik, sederhananya TRIAC berfungsi seperti saklar (switch). Perangkat ini terbuat dari bahan semikonduktor dengan tiga buah terminal.


Mekanisme pada Bidirectional Triode Thyristors digunakan untuk berbagai perangkat elektronik, seperti mengendalikan kecepatan kipas angin, kontrol kecepatan kipas pada AC, pada motor kecil, dan digunakan dalam dimmer cahaya.

6. MOS-Controlled Thyristor (MCT)

MOS-Controlled Thyristor (MCT) merupakan thyristor yang dikendalikan menggunakan voltage. Mekanisme pada MCT sedikit serupa dengan yang terjadi pada GTO, perbedaanya gate pada MCT terkendali dengan tegangan terisolasi.


Selain itu, MCT juga memiliki 2 buah MOSFET yaitu Turn-on untuk menghubungkan arus dan Turn-off untuk memutuskan arus. Komponen MCT terbuat dari bahan semikonduktor yang mampu menahan listrik dengan daya tinggi dan frekuensi besar. Tidak hanya itu, komponen MCT juga memiliki konduktivitas cukup rendah.


Perangkat elektronik membutuhkan energi berupa listrik untuk dapat bekerja. Hal tersebut dilakukan dengan memanipulasi arus listrik dengan menggunakan resistor, transistor,  hambatan, thyristor, dan berbagai komponen lain. Thyristor sendiri, fungsinya mirip seperti saklar untuk memutus maupun menyambung arus listrik.

Next article Next Post
Previous article Previous Post