Friday, October 9, 2020

author photo

Daftar isi [Tampil]

Peringkat keenam dunia diduduki Indonesia dalam kategori penghasil bauksit terbesar. Bauksit adalah suatu batuan hasil dari proses laterisasi, sehingga bukan termasuk jenis mineral. Penemuan pertama kali di Kijang Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku aluminium, perabotan rumah tangga, badan pesawat, dan kemasan makanan.


Kebutuhan bauksit di dalam negeri tidak pernah kekurangan. Bahkan, hingga saat ini beberapa perusahaan pengelolanya bisa mengekspor hasil bumi tersebut. Mengingat betapa pentingnya bahan tersebut, baik untuk industri maupun kebutuhan harian, maka Indonesia sangat beruntung memiliki banyak daerah-daerah sumber bauksit dalam jumlah besar.

Daerah Penghasil Bauksit Terbesar di Indonesia

1. Pulau Bintan

Pulau Bintan terkenal dengan kekayaan bauksitnya yang jumlahnya paling besar di Nusantara ini. Pada abad ke 18, pulau tersebut menjadi rebutan bangsa Eropa seperti Portugis, Inggris, dan Belanda. Alasannya karena letaknya strategis dan menjadi tempat tujuan favorit kapal dagang dari Cina atau India serta memiliki daya tarik tersendiri terutama di sektor wisata.

foto tambang bauxite
foto tambang bauxite

Tahun 1884, Belanda dan Inggris memilih untuk berdamai dan tidak lagi memperebutkan wilayah Bintan.  Belanda menemukan adanya bauksit yang melimpah di Pulau Bintan pada 1924, kemudian tahun 1935 hingga 1942 melakukan penambangan bauksit untuk pertama kali.


Belanda masih terus mensurvei spot-spot yang berpotensi dan membuat lubang guna mendukung eksploitasi bauksit. Saat itu, perusahaan Belanda yang mengelola bernama Naamloze Vennootschap (VN) Nederlandsch Indische Bauxit Exploitatie Maatschappije (NIBEM).


Perusahaan bernama Furukawa Co.Ltd pun sempat menguasainya dari tahun 1942 hingga 1945 ketika Jepang menjajah Indonesia. Namun, perusahaan NV NIBEM berhasil menguasai kembali tahun 1959.  

batu bauksit
batu bauksit

Pada tahun selanjutnya, Republik Indonesia mengambil alih semua pertambangan yang beroperasi dengan membangun PT. Pertambangan Bauksit Indonesia (Perbaki). Selanjutnya, PT tersebut menjadi PN Pertambangan Bauksit Indonesia yang terdapat di lingkungan BPU PERTAMBUN.


Pada 1968, pertambangan yang berkaitan dengan bijih bauksit dijadikan satu dalam PN. Aneka Tambang (Persero) yang saat ini eksis dengan nama PT. Aneka Tambang (ANTAM). Eksplorasi terus dilakukan sampai 2009. Setelah penambangan selesai, dilakukan reklamasi di daerah bekas tambang guna memulihkan lahan agar kondisinya kembali seperti semula.

2. Pulau Bulan

Pulau Bulan juga terletak di Riau yang populer sebagai tempat penambangan paling baik. Salah satu produknya berupa bauksit. Produksinya kini telah mencapai hingga pasar internasional seperti halnya di Pulau Bintan.  

3. Sumatera Utara

Bauksit di Sumatera Utara terletak di kota Pinang. Demi menemukannya, harus membabat alas, kemudian melakukan penggalian. Apabila daerah yang digali sudah pasti mengandung bauksit, maka akan diproses ke tahap selanjutnya, yaitu pencucian. Lalu, terakhir diolah menjadi bahan dasar untuk panci, kaleng, dan berbagai perkakas lainnya.  

4. Bangka Belitung

Lokasi tempat bauksit digali yang lain tepatnya ada di Sigembir, Bangka Belitung. Cara pengolahan yang digunakan ada empat, yaitu teknik asam, basa, kemudian sintering, dan elektrolisa. Hasilnya, dipakai untuk membuat aluminium. Apabila telah berwujud barang setengah jadi, maka proses pengolahannya hingga berbentuk barang jadi semakin cepat.

5. Kalimantan Barat

Persebaran bauksit di Provinsi Kalimantan Barat berada di daerah Sandai, Munggu Besar, Mebukung, Balai Berkuah, dan Pantus. Bijih aluminiumnya mengandung nilai ekonomi tinggi. Masing-masing tempat kandungannya berbeda-beda, sedangkan kualitasnya  tergantung bagaimana proses pengolahannya.  


Berdasarkan informasi dari IUP (Izin Usaha Pertambangan), di Kalimantan Barat jumlah produksi bauksit sampai Agustus 2019 adalah 11.608.937 metrik ton (MT). Jumlah tersebut meningkat hingga 100% jika dibandingkan 2018 yang hanya 5.693.640 MT. Sebagian besar produk tersebut dijual ke luar negeri.

Foto batuan bauksit
Foto batuan bauksit

Pada September 2019, terdapat IUP bauksit sebanyak 935 yang mana izin tersebut untuk eksplorasi dan produksi. Potensi bauksit di provinsi tersebut adalah 994.026.983 ton dan cadangannya sebesar 584.916.105 ton.

Lokasinya ada di 10 kabupaten yaitu Mempawah, Bengkayang, Singkawang, Landak, Sambas, Kubu Raya, Sekadau, Sanggau, Kayong Utara, dan Ketapang.


PT. Indonesia Asahan Aluminum atau Inalum (Persero) dan PT. ANTAM Tbk bekerja sama mencanangkan smelter grade alumina refinery yang dibangun di Desa Bukit Batu, Kabupaten Mempawah. Tujuannya agar kapasitas industri aluminium meningkat.


Di Indonesia, pengolahan alumina dari bahan bauksit mencapai 1,3 juta ton dalam satu tahun. 1 juta ton merupakan smelter grade alumina, sedangkan sisanya adalah chemical grade alumina sebanyak 300 ribu ton.


Jika ditambahkan dengan hasil proyek di Mempawah, maka total alumina akan bertambah 1 juta ton lagi. Proyek ini sangat menguntungkan karena dinilai mampu meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan pekerjaan baru dan adanya pemberdayaan warga sekitar.


Adanya pembangunan pabrik pengolahan bauksit di pertambangan dianggap memberi banyak dampak positif. Kedepannya diharapkan kegiatan ekspor barang mentah dan impor bahan baku untuk produksi alumunium dapat diminimalisir. Dengan demikian, semua bahan yang ditambang dari alam benar-benar bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.

Next article Next Post
Previous article Previous Post