Sunday, February 14, 2021

author photo

Daftar isi [Tampil]

Secara singkat, purposive sampling dipahami sebagai teknik pengambilan sample yang dilakukan dengan cara tidak acak. Dalam proses pengambilan sample tersebut, peneliti sebelumnya telah menetapkan beberapa ciri tertentu dari objek yang akan dijadikan sample terlebih dahulu, sesuai dengan tujuan yang hendak diinginkan.


Oleh karenanya, penetapan tujuan dari pengambilan sample dan penelitian menjadi hal yang begitu krusial dan penting untuk disusun terlebih dahulu. Dengan tujuan yang jelas, maka proses pengambilan sample nantinya akan cenderung lebih mudah dan sample yang diambil akan sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk mendukung penelitian yang hendak dilakukan.

Purposive Sampling Dalam Non-Probability Sampling

Purposive sampling menjadi salah satu teknik non-probability yang cukup banyak digunakan dalam penelitian kualitatif. Pada teknik ini, peneliti akan merumuskan kriteria objek yang ingin dijadikan sumber penelitian secara spesifik.


teori purposive sampling
teori purposive sampling

Setelah kriteria spesifik tersebut dirumuskan, maka peneliti menetapkan objek yang memenuhi syarat atau sesuai standar untuk dijadikan sample penelitian. Umumnya, purposive sampling digunakan untuk mengambil sample yang bisa mewakili perspektif yang lebih luas, terutama dari detail kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Contoh Aplikasi Teknik Purposive Sampling

Teknik purposive sampling dapat digunakan dalam berbagai macam penelitian. Salah satu contoh purposive sampling adalah tentang penelitian terkait kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT yang menimpa wanita. Penelitian ini nantinya bisa digunakan menjadi dasar untuk penanganan masalah kekerasan, terutama yang menimpa wanita.

Contoh Kriteria Purposive Sampling

Dalam hal ini, agar penelitian nantinya lebih spesifik dengan hasil yang sesuai tujuan, maka peneliti memberikan batasan para peserta dengan beberapa kriteria tertentu, seperti:


  • Peserta adalah seseorang yang telah menikah dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga secara langsung
  • Usia peserta penelitian minimal 20 tahun
  • Pernah tinggal bersama pasangan saat terjadi kekerasan dalam rumah tangga
  • Merupakan hubungan heterosexual atau hubungan antara pria dengan wanita


Demikian beberapa hal terkait purposive sampling yang cukup penting untuk diketahui. Pemahaman tentang purposive sampling yang mendalam nantinya akan memudahkan proses penelitian yang dilakukan.

This Is The Newest Post
Previous article Previous Post