Tuesday, April 6, 2021

author photo

Daftar isi [Tampil]

Ketika hendak melakukan aktivitas impor, tentunya kamu memerlukan dokumen pendukung untuk memudahkan proses pengiriman barang dari luar negeri ke Indonesia. Dengan dokumen yang lengkap, proses impor yang kamu lakukan bisa mudah diurus dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Berikut adalah informasi mengenai berbagai dokumen yang perlu kamu perhatikan ketika hendak melakukan impor. 

daftar dokumen bisnis import
daftar dokumen bisnis import

Berbagai Dokumen untuk Melakukan Proses Impor

Berikut daftar lengkap dokumen wajib serta dokumen pendukung sebagai syarat dalam melakukan aktivitas impor dari luar negeri sebagaimana dikumpulkan oleh jasa import East Express Indonesia.

Dokumen Commercial Invoice

Dokumen pertama yang penting dan perlu dilampirkan dalam aktivitas impor adalah commercial invoice atau CI. Ia merupakan dokumen yang berisi daftar terkait dengan harga maupun nilai barang, sehingga semuanya dapat tercantum dalam packing list. 


Jika dokumen ini tertinggal, besar kemungkinan produk atau barang yang sudah kamu beli akan sulit di proses di bagian bea cukai. Secara umum, dokumen ini berisi nilai barang per item serta harganya, berikut dengan total barang yang terdapat di dalam paket impor tersebut. 

Bill of Lading

Selanjutnya adalah surat atau dokumen yang digunakan untuk melakukan shipping line, yang diterbitkan dari Negara asal pihak eksportir. Di dalam surat tersebut akan diberitahukan kapan waktu pemberangkatan kapal ataupun pesawat yang hendak mengirimkan paket. 


Dokumen ini berfungsi sebagai pemberi informasi untuk kamu yang hendak mengambil barang di tempat tujuan, yakni tempat para importer. Selain untuk mengambil barang, dokumen ini juga cukup penting karena akan dilampirkan dalam proses pembuatan dokumen COO. 

Airway Bill

airwaybill dalam proses perdagangan internasional
airwaybill dalam proses perdagangan internasional
Merupakan dokumen yang memiliki fungsi serupa dengan bill of lading. Akan tetapi dokumen tersebut khusus untuk pengiriman barang dengan sistem udara menggunakan pesawat. Airway bill juga bisa menjadi dokumen bukti untuk melakukan pengambilan barang di bandara yang telah ditentukan sebelumnya. 

Ketika melakukan aktivitas impor, ketiga dokumen tersebut merupakan dokumen yang pasti harus ada dan membantu proses pengiriman. Jangan sampai ketika kamu hendak melakukan impor, pihak eksportir lupa mencantumkan dokumen-dokumen tersebut, sehingga kamu kesulitan untuk melakukan impor ke Indonesia. 

Dokumen Pendukung Proses Impor di Indonesia 

Terdapat dokumen pendukung yang akan memudahkan dalam melakukan proses pengiriman barang dari luar negeri, diantaranya adalah:


  1. Certificate of Origin

Merupakan dokumen penting yang akan digunakan sebagai sertifikat asal barang produk impor yang kamu sudah pilih. Untuk mendapatkan dokumen ini, pihak eksportir harus mengurusnya di Negara asal pengiriman barang, sehingga ia bisa memudahkan produk yang dikirim diseleksi di bea cukai Indonesia. 


Secara umum kegunaan dari dokumen ini adalah membuktikan bahwa produk atau barang yang dikirimkan dari Negara asal eksposter merupakan barang yang sesuai dengan bill of lading. Karena jika terdapat perbedaan, maka proses impor akan macet dalam bea cukai dan kamu tidak segera dapat menerima barang. 


  1. Packing List

Merupakan daftar sistem pengepakan yang digunakan untuk memberikan informasi terkait dengan produk atau barang yang diimpor. Packing list merupakan list yang akan dibuat oleh pihak eksportir, sehingga pastikan kamu memiliki eksportir yang terpercaya dalam pengurusan dokumen. 


Data-data yang terdapat di dalam dokumen ini akan menguatkan produk atau barang yang ada dalam dokumen airway off bill ataupun bill of lading. Ada beberapa aturan dalam penulisan packing list, diantaranya adalah:


  • Berisi nama dan alamat dari shipper atau pengirim produk ekspor. 
  • Nama dan alamat penerima atau consignee
  • Nama alamat notify party jika memang diperlukan apabila pihak penerima kesulitan menerima barang. 
  • Nama barang, jumlah dan jenis kemasan yang digunakan untuk mengemas barang tersebut. 
  • Berat bersih barang, berat kotor yang dimiliki, kubikasi dan shipping marks atau dokumen pengiriman yang legal. 
  • Informasi mengenai keterangan jasa ekspedisi atau model pengiriman, seperti pelabuhan muat yang dipakai, pelabuhan bongkar serta aspek lain. Biasanya bagian ini merupakan salinan dari bill of lading atau airway bill. 
packing list produk impor
packing list produk impor
Semua dokumen tersebut merupakan dokumen yang penting, jangan sampai tertinggal ketika hendak melakukan proses impor. Sebagai eksportir, mereka diharuskan untuk melengkapi perizinan dan dokumen impor dari Negara asalnya. Sedangkan pihak importer jangan ragu untuk melakukan pengemasan dan pemberitahuan untuk melengkapi berbagai dokumen. 


Setelah semua barang dikirim dan dokumen ekspor masuk ke Indonesia, maka proses perizinan dan pemeriksaan barang oleh bea cukai akan dilakukan. Kamu bisa mengurusnya secara mandiri, bisa juga dengan meminta bantuan dari pihak lain yang sekiranya memang mampu. Proses pengurusan barang impor biasanya tergantung dengan suasana bea cukai, jika sedang ramai maka prosesnya juga agak lebih lama. 


Itulah berbagai informasi mengenai teknis impor dan dokumen apa yang diperlukan untuk melakukannya. Dengan berbagai informasi tersebut semoga kamu tidak perlu merasa khawatir lagi untuk melakukan aktivitas impor. Meski ia memiliki syarat yang lengkap dan aturan ketat, jika sudah mengetahui teknisnya ia mudah untuk dilakukan.

Next article Next Post
Previous article Previous Post